Jenis dan Kegunaan Bed Pasien

Bed Pasien

Bed pasien atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah tempat tidur pasien merupakan salah satu sarana pendukung di dalam melakukan perawatan pasien yang wajib ada di tiap-tiap tempat pelayanan kesehatan baik itu klinik, puskesmas atau rumah sakit. Penyediaan bed pasien ini tentunya juga sudah diatur ketentuannya oleh pemerintah, sehingga setiap tempat pelayanan kesehatan harus benar-benar menyediakan tempat tidur pasien yang berkualitas dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk melalukan pengadaan bed pasien yang berkualitas saya rasa tidak terlalu sulit, karena saat ini sudah banyak toko atau distributor alat kesehatan yang jual bed pasien lengkap dengan berbagai sarana pendukung lainnya.

Bed pasien yang berkualitas tentunya akan membuat nyaman pasien yang menggunakannya. Rasa nyaman inilah yang menjadi salah satu faktor cepat lambatnya proses penyembuhan yang dilakukan. Faktor lainnya yang mempengaruhi tentunya saja ada seperti tingkat keparahan yang diderita, obat yang diberikan dan perwatan dari para tenaga medis yang optimal.

Bed pasien sendiri banyak sekali jenis dan tipenya. Ada yang memang digunakan oleh orang dewasa, anak-anak dan juga baby bed atau tempat tidur bayi. Namun berdasarkan dari system penggeraknya bed pasien dibagi menjadi dua jenis, yaitu bed pasien manual dan bed pasien elektrik.

Bed pasien juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis jika dilihat dari jumlah crank atau engkolnya yaitu ada bed pasien 1 crank, 2 crank serta 3 crank. Untuk yang model 1 crank bagian tempat tidur yang bisa diubah posisinya baik dinaikan atau diturunkan adalah pada posisi kepala saja. Untuk yang 2 crank yang bisa dinaik-turunkan selain pada bagian kepala, juga pada bagian kaki. Sedangkan untuk yang 3 crank lebih lengkap lagi dimana sisi tengahnya bisa diatur guna menyeimbangkan posisi kapala dan badan supaya lebih terasa nyaman.

Walaupun banyak jenis dan tipenya namun secara umum semuanya sama saja, penggunaan berbagai jenis bed pasien seperti yang sudah saya sebutkan diatas biasanya disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Misal jika pasien tidak bisa bergerak maka yang digunakan adalah yang model elektrik karena bisa diatur otomatis menggunakan remote control, sedangakan yang masih bisa bergerak untuk naik dan turun dari ranjang maka cukup menggunakan yang model manual saja.