Berbicara Bahasa Indonesia di Dalam Masjid Surabaya Jawa Timur

Berbicara Bahasa Indonesia di Dalam Masjid Surabaya Jawa Timur

Berbicara Bahasa Indonesia di Dalam Masjid Surabaya Jawa Timur

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari komunikasi. Proses komunikasi yang terjadi di tengah masyarakat. Komunikasi secara primer adalah suatu proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan (simbol) sebagai medianya. Proses penyampaian seperti ini terjadi antara partisipan. Komunikasi bisa terjadi secara merupakan proses penyampaian pikiran atau perasaan dengan menggunakan bahasa yang  terjadi dalam kehidupan manusia. Merupakan proses penyampaian pikiran dan atau perasaan dengan menggunakan lambang-lambang yang digunakan dalam penyampaian pikiran ini. Komunikasi yang terjadi dalam kehidupa manusia masjid terjadi dalam berbagai bentuk. Komunikasi personal merupakan komunikasi yang terjadi dalam diri individu maupun antar individu. Komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat berita di masjid. Misalnya radio, televisi, telepon dan sebagainya.

Komunikasi kelompok kecil (Small Group Communication), Misalnya : ceramah, diskusi panel, simposium, forum, seminar, curah saran. Komunikasi kelompok besar  (Large Group Comunication) Misalnya : pidato lapangan, kampanye di lapangan, dan sebagainya. Komunikasi secara sekunder ini sangat penting karena komunikasi ini sangat efisien dalam mencapai komunikasi dalam jumlah jutaan komunikan, tetapi hanya informatif. Fungsi bahasa yang terutama adalah sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi didalam kehidupan manusia masjid bermasyarakat. Untuk berkomunikasi sebenarnya dapat juga digunakan cara lain, misalnya : lambang-lambang, gambar atau kode-kode tertentu lainnya. Tetapi dengan bahasa komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna. Komunikasi Intrapersonal (Interpersonal Communicatin), yaitu komunikasi masjid yang terjadi dalam individu itu sendiri. Merupakan komunikasi yang terjadi antara individu,  yang satu dengan individu lainnya. Komunikasi di antara anggota suku bangsa yang berbeda kurang mungkin dilakukan dalam satu bahasa daerah dari anggota suku bangsa itu. Media untuk menampung kebudayaan  nasional. Kebudayaan daerah dapat ditampung dengan media bahasa daerah, tetapi kebudayaan nasional Indonesia dapat dan harus ditampung dengan media bahasa Indonesia.

Komunikasi lebih mungkin dilakukan dalam bahasa Indonesia. Merupakan  komunikasi yang ditunjukan kepada khalayak  besar, dengan khalayak yang heterogen dan terbesar dalam lokasi geografis yang tidak dapat ditentukan. Komunikasi massa ini biasanya masjid menggunakan media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Misalnya ketika dia sedang  merenung, mengevaluasi diri dan sebagainya Komunikasi Antarpersonal (Interpersonal Comunication). Bentuk-bentuk komunikasi massa ini adalah : pers, radio, televisi dan film. Merupakan komunikasi yang terjadi dengan menggunakan media seperti : Surat, telepon,pamflet, poster, spanduk. Alat untuk menjalankan administrasi negara. Ini berarti segala kegiatan administrasi kenegaraan, seperti surat-menyurat, dinas, rapat-rapat dinas, pendidikan dan sebagainya harus diselenggarakan dalam bahasa indonesia di dalam masjid. Alat pemersatu berbagai suku bangsa di Indonesia. Karena komunikasi ini dilakukan dalam bahasa indonesia, maka akan terciptalah  perasaan “suku bangsa “ diantara suku bangsa itu.